Monday, April 1, 2019

Kemampuan Berbahasa Inggris Lisan Di Kalangan Siswa

Terkadang aspek ketrampilan berbahasa asing masih rendah dibandingkan aspek pengetahuan dalam instansi pendidikan tingkatan SMP/MTs. Kenapa? Beberapa faktor yang umumnya terjadi karena ketrampilan lisan (praktek) langsung berbicara maupun berkomunikasi dengan bahasa asing jarang dilakukan. Faktor yang lainnya adalah kurangnya keberanian untuk mencoba, baik guru maupun siswa masih kurang percaya diri ketika berbahasa asing. Padahal praktek itu lebih sederhana dibandingkan secara teori ilmuan/ pengetahuan, contoh saja dalam mapel Inggris, untuk lisan tidak perlu ribet memperhatikan aturan grammar dan tenses, sedangkan kalau di teori harus memperhatikan kedual hal tersebut (grammar /tenses).
Dalam tayangan video di youtube diatas, tampak mas bendi (kelas 8) dengan beberapa temannya sedang di wawancarai sederhana menggunakan bahasa Inggris. Fakta dilapangan anak (peserta didik) mengalami kesulitan dalam vocab dan pengucapan. Namun masalah tersebt bisa diatasi jika budaya komunikasi dengan bahasa asing diterapkan, misal saja diberlakukan hari berbahasa Inggris, hari berbahasa arab, hari berbahasa jawa, dsb.

Tari (Dance), Kreativitas Siswa Diasah dan Dioptimalkan



Latihan dengan sungguh-sungguh mampu menjadikan kita lebih terampil dalam bidang keahlian tertentu. Hal ini bisa diterapkan dalam bidang keahlian seni tari, di MTs Hasbullah potensi anak digali dan dikembangkan sesuai dengan minat mereka. Salah satunya adalah Dance Pokemon yang diperagakan oleh Jazillah, dkk. Dalam wadah kegiatan ekstra yang diprakarsai oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Hasbullah Karangnyar.
Kreativitas perlu diasah, tentunya dengan bimbingan dan panduan dari guru pendamping ekstra sehingga hasil bisa sesuai dengan target. Dalam pendidikan budaya juga perlu diimbangi dengan pengenalan serta menguri-nguri budaya lokal (budaya jawa) tanpa antipati dengan budaya luar yang masih memiliki nilai positif.
Hal yang urgen dalam mengasah kreativitas peserta didik adalah pelatihan dan pemilihan jenis ekstrakurikuler berdasarkan bakat minat mereka masing-masing.