Terkadang aspek ketrampilan berbahasa asing masih rendah dibandingkan aspek pengetahuan dalam instansi pendidikan tingkatan SMP/MTs. Kenapa? Beberapa faktor yang umumnya terjadi karena ketrampilan lisan (praktek) langsung berbicara maupun berkomunikasi dengan bahasa asing jarang dilakukan. Faktor yang lainnya adalah kurangnya keberanian untuk mencoba, baik guru maupun siswa masih kurang percaya diri ketika berbahasa asing. Padahal praktek itu lebih sederhana dibandingkan secara teori ilmuan/ pengetahuan, contoh saja dalam mapel Inggris, untuk lisan tidak perlu ribet memperhatikan aturan grammar dan tenses, sedangkan kalau di teori harus memperhatikan kedual hal tersebut (grammar /tenses).
Dalam tayangan video di youtube diatas, tampak mas bendi (kelas 8) dengan beberapa temannya sedang di wawancarai sederhana menggunakan bahasa Inggris. Fakta dilapangan anak (peserta didik) mengalami kesulitan dalam vocab dan pengucapan. Namun masalah tersebt bisa diatasi jika budaya komunikasi dengan bahasa asing diterapkan, misal saja diberlakukan hari berbahasa Inggris, hari berbahasa arab, hari berbahasa jawa, dsb.
No comments:
Post a Comment